BALARAJA, Lipsus-Media.com — Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di wilayah Balaraja menyampaikan penolakan terhadap rencana penerapan sistem parkir elektrik di area Gacoan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Jum’at (02/10/2026).
Penolakan tersebut disampaikan melalui surat pernyataan yang mengatasnamakan keluarga besar Balaraja. Dalam surat itu, mereka menyatakan bahwa penerapan parkir elektrik dinilai dapat merugikan warga setempat, khususnya para pengelola parkir yang selama ini telah menjalankan aktivitas perparkiran di lokasi tersebut.
Menurut pihak yang menyampaikan penolakan, sistem parkir yang selama ini berjalan dinilai telah memberikan ruang bagi warga lokal untuk mendapatkan penghasilan. Mereka berharap keberadaan sistem parkir tersebut tetap melibatkan masyarakat setempat.

“Kami keluarga besar Balaraja menolak adanya parkir elektrik di Gacoan Balaraja karena dinilai sangat merugikan warga setempat. Parkiran yang sudah berjalan selama ini dikelola oleh warga setempat,” demikian salah satu poin dalam surat pernyataan tersebut.
Dalam surat tersebut juga disebutkan sejumlah organisasi yang menyatakan sikap menolak, di antaranya Pemuda Pancasila (PP), Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI), LAGBAS, Satria Banten, serta sejumlah organisasi lainnya.
Pihak yang menolak berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Mereka juga menyatakan bahwa apabila sistem parkir elektrik tetap diterapkan, sejumlah organisasi di Balaraja berencana melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Pernyataan tersebut ditandatangani oleh sejumlah perwakilan organisasi, di antaranya Bambang dari PP Balaraja, Zarkasih ,Ucup Febri, perwakilan PP PAC Balaraja, Aan Rosmana, serta perwakilan LMPI Balaraja.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak pengelola Gacoan maupun pihak terkait mengenai rencana penerapan sistem parkir elektrik tersebut dan tanggapan mereka atas penolakan yang disampaikan sejumlah organisasi di Balaraja.
(Dedi K)
