Kabupaten Tangerang

Panggung Tradisi 2 Mahkota TIRAJA Bale Raja, Riko Filliang Dedikasikan Seni untuk Merawat Budaya Leluhur Banten

BALARAJA, LipsusMedia.com – Padepokan Mahkota TIRAJA Bale Raja menggelar “Panggung Tradisi 2” pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Alun-alun Balaraja, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pelestarian seni budaya dan tradisi leluhur Banten. Sabtu (24/10/2026).

Pendiri Padepokan Mahkota TIRAJA Bale Raja, “Riko Filliang”, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya daerah.

“Mari hadir dan ramaikan Panggung Tradisi 2. Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga upaya kita melestarikan seni dan budaya leluhur Banten,” ujarnya.

Hal yang patut diapresiasi, Riko mengungkapkan bahwa dirinya tidak meminta biaya sepeser pun kepada para muridnya demi mewujudkan kegiatan tersebut. Dedikasi ini mencerminkan ketulusan dalam memberikan ruang kepada generasi muda untuk tampil, belajar, dan meneruskan kesenian tradisional.

Acara ini menampilkan beragam kesenian, mulai dari tari dan pencak silat, debus, Beduk Bale, ngawih dan ngidung, hingga dongeng leluhur. Selain itu, hadir sekitar 20–30 pedagang jajanan tradisional, hiburan layar tancep dengan suasana lesehan, serta pembelajaran pembuatan janur bersama pengrajin lokal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri “Swedhi Hananta, S.S., M.A., Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Banten; Rohaendi, S.Pd., M.Par., Kabid Seni Budaya Provinsi Banten; Nurman Rusmana, S.IP., M.M., dari Seksi Seni Budaya Kabupaten Tangerang; Fajar dari UPT Kabupaten Tangerang; Holillah, Kasi Pemerintahan Kecamatan Balaraja; serta Saudi Sasmita, tokoh maestro seniman Banten.”

Turut hadir pengurus Balai Adat Balaraja (Baladraja), di antaranya Ujang Sobur dan Didi Rosisi, serta Zarkasih, S.H., selaku pembina dan biro hukum Mahkota TIRAJA Bale Raja.

Dalam kesempatan tersebut, Zarkasih berharap seni budaya Balaraja mendapat dukungan dari para sesepuh dan unsur Muspika Balaraja agar pembinaan seniman, regenerasi pelaku budaya, dan pelestarian tradisi dapat terus berjalan.

Panggung Tradisi 2 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya membutuhkan ketulusan, kebersamaan, dan dukungan berbagai pihak. Apresiasi diberikan kepada seluruh seniman, murid padepokan, pedagang lokal, pengrajin, tokoh adat, dan masyarakat yang turut berkontribusi.

“Merawat budaya berarti menjaga jati diri.”Melalui kegiatan ini, seni dan tradisi leluhur Banten diharapkan terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

(Dedi K)

Related posts

Warga Kampung Gelebeg Resah!! Adanya Tempat Prostitusi Online Bangunan Liar di Tanah PU Minta Dibongkar

Jamin Redaksi

Duka Menyelimuti Keluarga Almarhumah Ibu Sariyah, Aktivis Muda Kab Tangerang Zarkasih, S.H., Tegaskan Perjuangan Hukum Belum Berakhir

Jamin Redaksi

Diduga Tanpa Pengawasan Proyek SAB Tegal Kalibaru, Balaraja Tuai Sorotan

Jamin Redaksi

Leave a Comment