Kabupaten Tangerang

Proyek Rekonstruksi Jalan Saga–Bunar–Badakanom Rp978 Juta Disorot, Benarkah Ketebalan Sesuai Spesifikasi (RAB) ?

Kabupaten Tangerang, Lipsusmedia.com – Proyek rekonstruksi Jalan Saga–Bunar–Badakanom di Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, dengan nilai anggaran mencapai Rp978,8 juta, menjadi sorotan setelah ditemukan adanya perbedaan ukuran pada sejumlah bagian pekerjaan saat dilakukan pengukuran langsung di lapangan.

Pantauan awak media Lamhot Sijabat pada Jumat, 21 Agustus 2026, di wilayah Bunar, menunjukkan adanya pemeriksaan terhadap bagian pekerjaan menggunakan meteran. Pengukuran dilakukan untuk melihat elevasi dan bagian bekisting yang sedang dikerjakan, Kamis (24/09/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, muncul pertanyaan mengenai ketebalan pekerjaan yang disebut mencapai 10 sentimeter.

“Ini di sini garis 10 cm. Apa ketebalannya 10 cm?” terdengar dalam percakapan di lokasi.

Namun, ketika dilakukan pengecekan pada bagian lainnya, terdapat titik yang secara kasat mata dan berdasarkan pengukuran sementara disebut tidak mencapai ukuran tersebut.

“Itu nanti nggak sampai 10… 5 cm itu lah. Yakin saya? Ini 5 cm,” terdengar dalam percakapan saat pemeriksaan.

Awak media juga meminta agar dilakukan pemeriksaan dengan menarik benang untuk membantu melihat kondisi dan keseragaman pekerjaan. Namun, saat hendak meminta penjelasan dari pihak pelaksana di lapangan, disebutkan bahwa mandor tidak berada di lokasi.

Berdasarkan papan informasi proyek yang berada di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan proyek Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang dengan pelaksana “CV Arda Bangun Persada”.

Proyek bersumber dari “APBD Tahun Anggaran 2026” dengan nilai kontrak tercantum sebesar “Rp978.819.000 “dan volume pekerjaan “194,29 m³.

Masa pelaksanaan proyek tercantum mulai “3 Agustus hingga 1 Oktober 2026”, berdasarkan SPK Nomor “620/56/K/PPK_JJ/APBD/DBMSDA/VII/2026”.

Dengan nilai pekerjaan yang hampir mencapai Rp1 miliar, kualitas pelaksanaan menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian, terutama karena hasil pekerjaan nantinya digunakan masyarakat sebagai infrastruktur jalan.

Temuan pengukuran di lapangan tersebut memunculkan pertanyaan: berapa sebenarnya ketebalan yang dipersyaratkan dalam kontrak proyek?

Pertanyaan tersebut penting dijawab secara teknis. Sebab, hasil pengukuran pada satu atau beberapa titik belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa pekerjaan secara keseluruhan tidak sesuai spesifikasi.

Untuk memastikan kesesuaian pekerjaan, hasil pengukuran lapangan perlu dibandingkan dengan “gambar rencana, RAB/BOQ, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, serta dokumen kontrak” yang menjadi dasar pekerjaan.

Pemeriksaan juga idealnya dilakukan pada sejumlah titik yang representatif dengan metode teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, persoalan bukan hanya mengenai apakah ditemukan bagian yang terlihat tipis, tetapi apakah ukuran tersebut memang berada di bawah standar yang dipersyaratkan dalam kontrak.

Atas temuan tersebut, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang serta CV Arda Bangun Persada diminta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, khususnya ketebalan yang dipersyaratkan.

Selain itu, perlu dijelaskan pula bagaimana mekanisme pengawasan dan pengendalian mutu proyek dilakukan sejak pekerjaan dimulai.

Klarifikasi tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai penggunaan anggaran daerah dan kualitas pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Hingga berita ini disusun, “baik pihak pelaksana kontraktor maupun Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan” terkait hasil temuan yang dipantau dilapangan.

(Tim)

Related posts

Panggung Tradisi 2 Mahkota TIRAJA Bale Raja, Riko Filliang Dedikasikan Seni untuk Merawat Budaya Leluhur Banten

Jamin Redaksi

Pengajian Bulanan MUI dan Muspika Kecamatan Balaraja Digelar di Desa Sentul, Pererat Ukhuwah dan Silaturahmi

Jamin Redaksi

Warga Kampung Gelebeg Resah!! Adanya Tempat Prostitusi Online Bangunan Liar di Tanah PU Minta Dibongkar

Jamin Redaksi

Leave a Comment